1. Article
  2. Perbandingan Usaha Kecil Mandiri dan Waralaba di Kota Banjarmasin

Perbandingan Usaha Kecil Mandiri dan Waralaba di Kota Banjarmasin

Usaha kecil dan waralaba (franchise) menjadi dua model bisnis yang berkembang pesat di Indonesia, termasuk di Kota Banjarmasin. Keduanya memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda, namun sama-sama berperan penting dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah.

Usaha kecil mandiri umumnya dikelola oleh individu atau keluarga dengan modal terbatas, tetapi memiliki fleksibilitas tinggi, kreativitas berbasis budaya lokal, serta kedekatan sosial dengan pelanggan. Jenis usaha seperti kuliner khas Banjar, kerajinan tangan, atau jasa rumahan mencerminkan semangat wirausaha lokal yang adaptif dan inovatif. Namun, usaha mandiri masih menghadapi tantangan dalam hal modal, manajemen keuangan, serta akses teknologi digital yang menjadi hambatan utama dalam pengembangan.

Sebaliknya, waralaba menawarkan sistem bisnis siap pakai dengan dukungan merek yang sudah dikenal luas, pelatihan, serta standar operasional yang jelas. Model ini memberikan rasa aman bagi pengusaha pemula karena risiko kegagalannya relatif lebih kecil. Meski begitu, franchise memiliki keterbatasan dalam ruang inovasi karena semua aktivitas harus mengikuti aturan franchisor. Selain itu, biaya lisensi dan royalti dapat mengurangi margin keuntungan bagi pelaku usaha.

Dalam konteks Banjarmasin, usaha kecil lebih unggul dalam menjaga nilai budaya lokal dan menghadirkan produk khas daerah, sementara franchise menjadi pilihan populer bagi wirausahawan muda yang ingin membangun bisnis dengan sistem yang stabil dan teruji. Kedua model ini sesungguhnya bisa saling melengkapi—usaha kecil menghadirkan inovasi dan karakter lokal, sedangkan waralaba membawa efisiensi serta profesionalisme dalam pengelolaan bisnis.

Kolaborasi antara kreativitas lokal dan sistem manajerial modern diyakini mampu memperkuat ekosistem kewirausahaan Banjarmasin. Dengan dukungan pemerintah, lembaga pendidikan, dan pelatihan digital, sinergi ini dapat menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Referensi:

Dhiyaa Meuthia Faiqah Erba & Nadila Deryza Syofrin. (2025). Analisis Perbandingan Usaha Kecil Mandiri dan Waralaba (Franchise) di Kota Banjarmasin. 2nd Antasari Conference on Islamic Economics and Business (ACIEB). Politeknik Hasnur.

Tambunan, T. (2019). Recent Evidence of the Development of Micro, Small and Medium Enterprises in Indonesia. Journal of Global Entrepreneurship.